Kamu pun Bisa Berubah

Vol. 2 No. 8

BROT

P. Dionisius Karitas Ribu Watun

3/1/20261 min baca

Setiap tahun pada hari Minggu kedua masa Prapaskah, kita memiliki kisah transfigurasi Yesus. Yesus yang dikenal para murid, Yesus yang mereka ikuti sepanjang pelayanan-Nya, berubah di hadapan mata mereka. Wajah-Nya bersinar seperti matahari. Pakaian-Nya seputih cahaya. Tetapi seperti banyak kisah dalam Injil, kisah Injil hari ini bukan hanya tentang Yesus. Ini juga tentang kita. Injil tidak hanya memberi tahu kita bahwa Yesus berubah, tetapi juga menjanjikan kita bahwa kita pun dapat berubah. Di gunung transfigurasi, pribadi Yesus dinyatakan dengan cara yang lebih dalam dan lebih penuh. Injil ini meyakinkan kita bahwa kita dapat bertumbuh dengan cara yang lebih dalam dan lebih penuh untuk menjadi pribadi yang Allah inginkan.

Ini adalah pesan penting, karena terlalu sering kita menyimpulkan bahwa kita tidak dapat berubah. Seiring bertambahnya usia, kita mulai menganggap bahwa kita memang seperti ini dan tidak ada yang bisa berbeda. Terutama jika kita telah mencoba mengubah diri kita di masa lalu dan gagal. Kita lalu dengan mudah menyimpulkan bahwa kita tidak akan pernah bisa menjadi orang yang Tuhan inginkan.

Saya mau mengatakan kepada Anda semua: Kita dapat berubah oleh kuasa Allah. Meskipun kita telah gagal berubah di masa lalu, hari ini adalah kemungkinan baru. Karena hari ini Yesus mengulurkan tangan untuk mengubah kita. Amin.