Kita Harus “Berlari” Mencari Kristus Bangkit
Vol. 2 No. 13
BROT
Romo Benedictus Manullang, Pr
4/5/20261 min baca


Kenyataan kebangkitan tidaklah dipahami oleh para murid, termasuk Maria Magdalena: “Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya.” Jika Tuhan telah dicuri, pada Paskah ini: siapakah yang kita cari? Dia telah bangkit dan hidup; Dia tidak ada di dalam makam. Kita harus mencari-Nya. Kita harus “berlari” untuk mencari-Nya: mencari-Nya dalam kehidupan, dalam sesama, dalam kegiatan sehari-hari—di mana saja selain dalam kubur, sebab Dia sudah tidak ada di sana.
Narasi diawali dengan Maria Magdalena pergi ke kubur ketika “hari masih gelap.” Gelap menggambarkan batin para murid yang diliputi duka. Penyaliban Yesus menjadi titik akhir yang kelam, dan kubur kosong menimbulkan kepanikan. Namun kubur kosong bukan hasil pencurian, melainkan proklamasi kuasa Allah atas maut. Menemukan makam kosong, Maria Magdalena segera “berlari” memberitakan kepada para murid. “Berlari” menunjukkan sesuatu yang mendesak untuk dibagikan.
Petrus dan “murid yang dikasihi” pun berlari menuju makam. Lari ini mencerminkan kerinduan manusia akan kebenaran di tengah ketidakpastian. Kasih yang besar membuat murid yang dikasihi tiba lebih dulu. Berbeda dengan Lazarus yang masih terikat kain kafan, pada kebangkitan Yesus kain kafan terletak rapi—tanda bahwa tubuh-Nya bukan diambil orang. Ketertiban ini menunjukkan bahwa Kristus bangkit dengan kedaulatan penuh.
Murid yang dikasihi “melihat dan percaya”—ia percaya bahwa Yesus sungguh menderita, wafat, dan bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya. Kubur kosong menjadi saksi bahwa kasih tidak bisa dipenjara, dan hidup tidak bisa dihentikan oleh maut.
Yesus bertanya: “Apakah yang kamu cari?” dan “Siapakah yang kamu cari?” Pada Paskah ini, pertanyaan itu ditujukan kepada kita. Kita mencari Yesus yang hidup—yang hadir, yang menghibur, dan yang berkarya dalam tindakan kasih sederhana.
Paskah mendorong kita untuk “berlari” seperti Maria Magdalena, agar mampu melihat lebih dalam dan menyadari kehadiran Allah hari ini. Kita mungkin kehilangan Tuhan setiap hari, tetapi kita juga dipanggil untuk terus mencari-Nya, dengan keyakinan bahwa Ia akan ditemukan dan memenuhi kita dengan terang kebangkitan.
Jika Adam dan Hawa keluar dari Eden dalam kehilangan, Maria Magdalena keluar dari makam dengan sukacita sambil mewartakan: “Aku telah melihat Tuhan!” Maka, marilah kita bergegas berjumpa dengan Kristus yang bangkit.