Makna Baptis
Vol. 2 No. 1
BROT
Romo Paulus C. Siswantoko, Pr.
1/11/20261 min baca


Saya dibaptis saat masih di bangku SMP. Dalam sebuah pertemuan katekumen, seorang suster yang mengajar kami pernah berkata bahwa setiap orang Kristiani dilahirkan dua kali. Pertama ia lahir dari ibunda yang mengandung, dan yang kedua adalah Sakramen Baptis yang menghapus dosa. Kalimat ini membawa kegembiraan sebab seperti anak-anak lain, saya berpikir bahwa dengan dibaptis, kenakalan saya sebelumnya terhapus otomatis. Bersih kembali.
Namun seiring waktu, pengetahuan, pengalaman dan perjumpaan membuat makna baptis menjadi lebih mendalam. Pembaptisan suci adalah dasar seluruh kehidupan Kristen, pintu masuk menuju kehidupan dalam roh dan menuju Sakramen-sakramen lain. Oleh pembaptisan kita dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali sebagai putera-puteri Allah; kita menjadi anggota-anggota Kristus, dimasukkan ke dalam Gereja dan ikut dalam perutusannya: Pembaptisan adalah Sakramen kelahiran kembali oleh air dalam Sabda. (KGK 1213).
Hari ini kita merayakan Pembaptisan Tuhan. Tuhan kita dengan sukarela menerima pembaptisan oleh Yohanes, yang telah ditentukan untuk para pendosa. Dalam hal ini Yesus dengan rendah hati "mengosongkan diri" dan memberikan teladan. Roh yang melayang-layang di atas air penciptaan pertama, turun ke atas Yesus untuk menunjukkan ciptaan baru, dan Bapa memberi kesaksian, "Putera-Nya yang terkasih".
Pada Hari Pembaptisan Tuhan, alangkah baiknya juga mengingat kembali pembaptisan yang pernah kita terima. Lewat pembaptisan kita dianugerahi oleh rahmat Kristus dan diberi bagian dalam kodrat ilahi, kita dibawa semakin jauh ke dalam kehidupan Allah dan mendekati cinta yang sempurna. (BW).
Dengan dibaptis, kita bukan lagi milik diri sendiri.
Melainkan milik Dia yang telah wafat dan bangkit untuk kita.
Tidak berkeberatan: Romo Paulus C. Siswantoko, Pr. Jakarta, 22 Oktober 2025