Mengenal Indonesia Lewat Rasa dan Kebersamaan
Länderabend
REGIO MWD
11/9/20251 min baca


Pada tanggal 9 November 2025, KMKI Hessen kembali mengadakan acara Länderabend yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Sebelum acara dimulai, seluruh peserta mengikuti misa di Gereja St. Ludwig pada pukul 19.00. Beberapa anggota KMKI turut mengambil peran dalam liturgi, termasuk sebagai petugas doa umat, misdinar, serta anggota koor. Seusai misa, umat diundang menuju KHG untuk melanjutkan kegiatan utama Länderabend.
Acara dibuka dengan kata sambutan singkat, kemudian dilanjutkan dengan sesi makan malam bersama. Para peserta dipersilahkan mengambil hidangan yang telah disiapkan panitia KMKI. Menu utama malam itu adalah nasi liwet, nasi gurih yang dimasak dengan santan dan rempah, yang dilengkapi dengan tempe mendoan, telur balado, dan gulai ayam. Tempe mendoan merupakan tempe yang dibalut tepung tipis lalu digoreng setengah matang, telur balado adalah telur rebus yang ditumis dengan cabai dan tomat, sedangkan gulai ayam adalah hidangan kaya rempah dari Sumatera Barat yang dimasak dengan kari dan santan. Hidangan ini ditemani minuman berupa air mineral, jus jeruk, dan Apfelsprudel.
Usai menikmati makan malam, para peserta diajak mengikuti presentasi mengenai Indonesia. Presentasi ini bertujuan memperkenalkan Indonesia melalui budaya dan kuliner. Materinya mencakup fakta-fakta umum tentang Indonesia serta penjelasan mengenai budaya Sunda dan Padang, dua daerah yang makanannya disajikan pada malam itu. Melalui paparan tersebut, peserta mendapat gambaran lebih jelas tentang keragaman budaya Indonesia dan nilai-nilai yang tercermin dalam setiap hidangan.
Sebagai penutup, peserta kembali dijamu dengan dessert khas Indonesia: bubur sumsum. Hidangan manis dan lembut ini dibuat dari tepung beras dan santan, disajikan dengan sirup gula merah yang memberikan rasa manis alami.
Dengan perpaduan misa, makan bersama, presentasi budaya, dan hidangan khas Nusantara, acara Länderabend kali ini menjadi momen hangat untuk memperkenalkan Indonesia melalui cita rasa dan cerita, sekaligus mempererat kebersamaan antar umat dan komunitas.